FYI : Bahaya Radiasi

Posted: Maret 17, 2011 in Berita, Blog
Tag:, ,

Gambar di samping adalah gambar ledakan reaktor nuklir Fukushima Jepang yang terjadi sebagai efek gempa dan tsunami yang melanda Jepang beberapa hari yang lalu. Banyak negara yang khawatir efek radiasi ledakan reaktor nuklir Jepang tersebut menyebar ke negara-negara di sekitar asia pasifik.

Tak terkecuali di Indonesia, dimana sudah banyak beredar kabar baik melalui internet, sms, BBM yang ‘katanya’ efek radiasi bisa sampai ke Indonesia. Meski pemerintah mengatakan bahwa kabar yang beredar itu hanyalah isu untuk membuat panik masyarakat, namun ada baiknya kita berjaga-jaga dan mengenal bahaya radiasi.

Serangan radiasi bisa dari mana saja, baik dari lingkungan sehari-hari maupun yang sangat serius seperti kebocoran reaktor nuklir. Ketika level radiasi di atas normal, ada hal-hal yang perlu diketahui agar tidak panik.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang radiasi adalah sebagai berikut :

1. Radiasi ada di mana saja

Radiasi ada di mana saja, secara alami banyak ditemukan di lingkungan sehari-        hari. Panas, cahaya dan gelombang mikro (microwave) merupakan sumber radiasi yang tidak mungkin dihindari.
Uranium, throrium dan radium adalah bahan-bahan radioaktif yang dilepaskan dalam jumlah kecil oleh tanah dan bebatuan. Karena jumlahnya kecil, sumber-sumber radiasi tersebut tidak terlalu mengancam kesehatan.

2. Setiap manusia terpapar radiasi
Disadari atau tidak, setiap manusia terpapar radiasi sepanjang tahun. Menurut data US Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 80 persen manusia terpapar radiasi dari sumber-sumber alami sedangkan 20 persen sisanya bersumber dari penggunaan alat radiologi terutama sinar-X. Artinya, tubuh manusia punya toleransi hingga level tertentu untuk menetralisir dampak radiasi.

3. Sindrom radiasi akut
Ledakan atau kebocoran reaktor nuklir memberikan pejanan (paparan) radiasi dalam jumlah tinggi, sehingga bisa langsung memicu dampak meski hanya dalam waktu singkat. Berbagai gejala yang meliputi mual, muntah, diare dan kerusakan kulit disebut dengan acute radiation syndrome (ARS).
Dalam jangka panjang, paparan radiasi dari reaktor nuklir bisa merusak sumsum tulang dan perdarahan dalam. Berbagai kerusakan akubat radiasi reaktor nuklir umumnya bersifat permanen dan bisa memicu kematian dalam beberapa bulan berikutnya.

4. Yang perlu dilakukan saat darurat nuklir
Dalam kondisi darurat akibat peningkatan level radiasi di atas normal, warga biasanya diminta berlindung di sebuah shelter.
Bisa juga di dalam rumah jika terpaksa dan dianjurkan menutup semua pintu dan jendela, mematikan kipas dan pendingin udara, tidak masih membawa benda-benda dari luar rumah serta memantau perkembangan situasi di sekitar melalui radio atau televisi.

seperti dikutip dari Foxnews.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s