Bosan Jadi Pegawai

Posted: Januari 24, 2009 in Opini
Tag:

//classroomclipart.com Pernahkan Anda merasa seperti judul postingan  gue ini ” bosan jadi pegawai” atau pekerja atau  buruh di suatu kantor/pabrik/instansi baik  pemerintah maupun  swasta?

 Jika Anda pernah merasa seperti itu berarti bidang  pekerjaan yang Anda jalani selama ini belum atau  tidak sesuai dengan yang Anda inginkan. Iya apa  iya?  :P   Wajar, karena gue juga merasakan hal  tersebut, hingga saat ini!  ih Wow!

Jadi teringat acara Kick Andy di MetroTV temanya Lentera Hati, yaitu tentang contoh orang-orang yang berani ambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan atau bidang yang selama ini mereka jalani karena tidak cocok dengan panggilan jiwa mereka.  :salut:  buat mereka  :)

Kembali ke masalah bosan jadi pegawai, jika memang bosan, kenapa nggak mencari pekerjaan yang sesuai atau berhenti kerja dan memulai usaha sendiri? Satu pertanyaan yang mungkin jawaban gue dan Anda sama :

  1. Masih belum dapat tempat kerja yang cocok, 
  2. Takut jika tempat kerja yang baru lebih tidak enak dari yang sekarang dijalani dan 
  3. Jika ingin memulai usaha sendiri, ada kekhawatiran tidak akan mendapat gaji tetap yang selama ini diperoleh tiap bulannya, modal yang tidak sedikit dan mau usaha di bidang apa? masih menjadi alasan utama gue belum berani usaha sendiri  :( 

Memulai Usaha

Sebenarnya tidak usah takut salah dalam memilih jenis usaha. Karena pemilihan jenis usaha yang tepat biasanya hanya sebagian kecil dari faktor kesuksesan usaha. Faktor yang lebih berperan adalah bagaimana Anda mengelola usaha tersebut.

Contohnya, sekarang ini banyak orang yang sudah enggan membuka usaha air minum isi ulang dan warnet karena jumlahnya sudah sangat banyak. Tapi dengan pemilihan lokasi yang tepat dan manajemen yang baik, ternyata masih banyak usaha air minum isi ulang dan warnet yang masih bertahan, bahkan makin maju.

Berikut ini ada tips untuk menentukan jenis usaha:

  1. Mulai dari yang Anda sukai
    Anda bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan Anda. Karena kalau sudah suka, Anda tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan. 
  2. Mulai dari yang Anda kuasai
    Atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah Anda kuasai bidangnya. Walaupun belum berpengalaman berwirausaha, tapi saya yakin Anda memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan.  
  3. Telusuri kemana uang Anda pergi
    Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang Anda pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan bukan, maka Anda perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa Anda selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kos, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah Anda keluarkan pada sopir angkot, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana Anda bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

Lihat Peluang Usaha

Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Contohnya seperti usaha percetakan atau sablon, menjelang Pemilu 2009 ini pasti sangat kebanjiran order.

Berani ambil resiko

Berani mengambil risiko merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang dicapai akan proporsional terhadap risiko yang diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan seorang entrepreneur (wirausaha) dengan manajer. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan usaha dan manajer dibutuhkan dalam mengatur usaha yang telah maju.

Cari Nasihat dari Pakarnya

Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati Anda. Entrepreneur selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu. 

Menumbuhkan etos kerja

Langkah terpenting lainnya adalah dengan menumbuhkan etos kerja keras.  Hampir semua kesuksesan butuh workaholics di langkah awalnya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan usahanya. 

Bertemanlah sebanyak banyaknya

Pada harga dan kualitas yang sama, orang akan lebih memilih membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.

Hadapilah kegagalan

Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!

Gue sendiri sebenarnya ingin juga usaha sendiri dengan membuka warnet dan apotek buat istriku, tapi karena dana belum ada, jadinya ya masih jadi pekerja outsourcing neh!

Sambil menunggu saat itu datang (tekad yang kuat dan dana yang cukup he he😛 ) gue mencoba merintis dengan blog ini. Lho apa hubungannya? Yup, siapa tau bisa jadi blogger profesional, yang dengan nge-blog bisa menghasilkan uang dan yang terpenting bagi gue adalah bisa mendapatkan kepuasan dengan mengaktualisasi diri lewat postingan-postingan di blog.

What about U guys ?  So, Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga !


Dari berbagai sumber :

Tips memulai usaha di Perencana Keuangan dan

Tips memulai usaha di Sinar Harapan

Komentar
  1. aflo aja mengatakan:

    bosan jadi pegawai tapi bingung mau jadi apa usaha apa biar ada sampingan ada tambahan uang saku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s